HAHAHAHA INI TULISAN BUAT GW KETAWA
ADA APA DENGAN ORANG INDONESIA
Pagi itu saya melakukan aktivitas yang biasa saya lakukan yaitu berangkat ke kampus. Lingkungan di sekitar ketika menuju ke kampus merupakan lingkungan yang biasa saya temui setiap harinya. Lingkungan di sekitar saya mungkin dapat memberi pelajaran berarti yang bisa saya dapatkan secara cuma-cuma sambil berkendara. Entah kenapa, pada saat itu arah pandangan saya tertuju kea arah sebuah papan yang berisi larangan “ Dilarang Membuang Sampah di sini”.
Perasaan aneh sekaligus menahan gelak tawa tentu saya rasakan. Perasaan bertanya-tanya dan spekulasi aneh pun menghampiri pikiran saya. Tahukah Anda apa yang terjadi ?. jawabannya adalah sampah-sampah yang berserakan di sekelilingnya. Sampah-sampah justru berserakan dimana ada papan larangan disana. Pertanyaan saya adalah adakah yang salah dengan kalimat larangan tersebut? Atau mungkin penulisannya yang salah?. Hal tersebut mungkin hal yang cukup lucu dan memalukan yang justru seharusnya tidak terjadi.
Papan larangan sudah jelas terpasang disana, hal tersebut berarti menandakan bahwa kita tidak boleh melakukan hal-hal yang dilarang itu. Tetapi apa kenyataanya?. Tentu hal tersebut hanya menjadi angin lalu bagi orang-orang yang tidak mau peduli dan tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya.
Hal aneh tersebut bukan hanya terjadi dimana ada larangan membuang sampah. contoh lainnya adalah di tempat-tempat serupa, dalam hal ini tempat dimana ada sesuatu hal yang dilarang. Misalnya ada kalimat larangan “ Dilarang mencoret-coret dinding”, tetapi apa yang terjadi?. Tentunya hal serupa terjadi. Ada orang yang tidak bertanggung jawab dengan mencoret-coret tembok dimana hal tersebut sebenarnya dilarang, sebenarnya beberapa contoh lain yang serupa pun masih ada . Hal yang seharusnya kita pikirkan dan analisis lebih lanjut adalah apakah hal ini merupakan hal yang menjadi kebiasaan orang Indonesia?. Tentu kita akan menjawab “tidak”, tetapi kenyataan menjawab “ya”, walaupun pada dasarnya hal ini hanya ulah dari segelintir orang saja.
Di awal, saya mengatakan hal ini merupakan hal yang bisa dibilang lucu bagi saya, kenapa?, seperti contoh-contoh diatas, orang-orang justru membuang sampah di tempat yang sebenarnya sudah dilarang, ataupun mencoret-coret dinding dimana di tempat itu telah terpasang larangan untuk tidak mencoret-coret dinding.
Kemudian, hal yang mejadi pertanyaan saya adalah apakah kita perlu mengganti kalimat larangan yang biasa digunakan untuk melarang orang untuk melakukan sesuatu hal dengan kalimat ajakan?. Sebagai contoh., kalimat larangan “dilarang membuang sampah disini” diganti dengan “marilah membuang sampah disini” ataupun mengganti kalimat larangan “dilarang mencoret-coret tembok” dengan “marilah mencoret-coret tembok”. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu juga akan melakukan hal yang sebaliknya?.
Sebenarnya pemikiran untuk membalikkan kalimat larangan menjadi ajakan merupakan hal yang konyol. Tetapi, ada hal yang dapat kita simpulkan dari kasus ini. Hal ini terkait dengan masalah moral dari segelintir orang yang tidak bertanggung jawab ini. Mereka mungkin belum sadar bahwa hal-hal yang mereka lakukan adalah sesuatu hal yang dapat merugikan orang lain. Kita sebagai orang-orang yang sadar, tentunya harus mengingatkannya untuk tidak melakukan hal yang merugikan itu. Namun, peningkatan kesadaran yang berasal dari diri sendiri akan jauh lebih bermakna untuk suatu perubahan baik bagi diri seseorang dibanding dengan penyadaran dari orang lain.
Untuk itu, dengan adanya tulisan ini, saya harap kita semua menyadari sekaligus memahami hal-hal yang seharusnya kita lakukan dan hal-hal yang seharusnya tidak kita lakukan. Tentunya, kita dapat membuktikan bahwa peraturan dibuat bukan untuk dilanggar,
marilah memberi komentar pada postingan ini!
BalasHapus